Home » Info » Desa » 11 Perbedaan Desa dan Kelurahan [+Tabel Perbandingan]

11 Perbedaan Desa dan Kelurahan [+Tabel Perbandingan]

Tahukah Anda apa saja kesebelas perbedaan desa dan kelurahan tersebut? Jika tidak dan ingin mencari tahu lebih lanjut, berikut pembahasannya.

Istilah desa dan kelurahan memang sudah sangat familiar di telinga. Walaupun demikian, mungkin masih ada sebagian yang belum mengetahui apa perbedaan desa dan kelurahan.

Mengetahui perbedaan di antaranya keduanya cukup penting. Sebab, hal itu akan beririsan dengan dimana kita akan menjalani kehidupan.

Kita hidup di desa, tapi yang dicari pak lurah. Kita hidup di kelurahan, malah yang dicari pak kepala desa. Hidup jadi runyam dan bermasalah.

Nah, untuk itu, kita perlu tahu perbedaannya. Kira-kira apa saja ya perbedaannya?

Tabel Perbedaan Desa dan Kelurahan

Kami telah merangkum dari berbagai sumber terpercaya terkait apa saja yang membedakan antara desa dengan kelurahan.

Adapun daftar perbedaan desa dan kelurahan tersebut kami sajikan dalam tabel berikut ini.

perbedaan desa dan kelurahan
Tabel perbedaan desa dan kelurahan

Pemimpin: Kepala Desa vs Lurah

Pemimpin adalah orang yang memimpin. Baik di desa maupun kelurahan ada seorang pemimpin. Pemimpin di desa disebut sebagai kepala desa. Sedangkan di kelurahan, pemimpinnya disebut sebagai lurah.

Status Kepegawaian: Non-PNS vs PNS

Perbedaan antara desa dan kelurahan selanjutnya adalah status kepegawaiannya. Kepala Desa berstatus sebagai Non-PNS. Sementara Lurah berstatus sebagai PNS.

Sistem Pengangkatan: Dipilih vs Ditunjuk

Perbedaan berikutnya, yaitu pada sistem pengangkatannya menjadi seorang kepala desa atau lurah. Kepala Desa diangkat melalui sistem pemilihan kepala desa atau yang dikenal pilkades. Sementara lurah ditunjuk langsung oleh bupati/walikota.

Masa Jabatan: Terbatas vs Tidak Terbatas

Kemudian dilihat dari berapa lama masa jabatannya. Ada yang terbatas dan ada yang tidak. Di sini, masa jabatan yang terbatas adalah kepala desa. Sedangkan lurah, tidak terbatas. Hal tersebut telah ditetapkan peraturan perundangan-undangan.

Seperti yang diketahui, bahwa masa jabatan kepala desa untuk satu periode adalah 6 tahun dengan maksimal 3 periode menjabat. Kemudian untuk lurah diperkenankan menjabat hingga pensiun.

Sumber Pendanaan: APBN vs APBD

Untuk dana pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan desa, desa menerima suntikan dana dalam bentuk Dana Desa yang sumbernya langsung dari APBN.

Sementara untuk lurah, dana pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan desanya disokong oleh APBD.

Badan Perwakilan: BPD vs DK

Baik desa dan kelurahan, keduanya memiliki sebuah sistem perwakilan yang berfungsi sebagai pengontrol dan pengawas dari setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh pemimpinnya.

Sistem perwakilan pada desa disebut Badan Perwakilan Desa (BPD). Sedangkan sistem perwakilan yang ada di lurah disebut Dewan Kelurahan (DK).

Letak Geografis: Daerah vs Perkotaan

Sesuai dengan namanya, secara geografis, desa berada di daerah atau pedalaman atau pedesaan. Sedangkan lurah, umumnya berada di perkotaan.

Kultur Masyarakat: Kekeluargaan vs Individualis

Masyarakat desa umumnya memiliki ikatan batin yang begitu kuat. Prinsip gotong royong masih terus diaplikasikan dalam keseharian.

Sedangkan kelurahan, tidak sedikit yang penduduknya merupakan pendatang dari tempat lain sehingga cenderung individualis.

Mata Pencaharian: Agraris vs Non-Agraris

Sebagian besar mata pencaharian penduduk desa masih mengandalkan apa yang ada di dalam. Sebab, kondisi alamiahnya memang masih mendukung untuk dimanfaatkan sebagai lahan pertanian, perkebunan, peternakan, dan lain sebagainya.

Bagaimana dengan kelurahan? Karena sudah bukan lagi pedesaan, sumber mata pencaharian yang ada menjadi lebih beragam. Hal ini juga didukung oleh keberagaman penduduknya yang memiliki keahlian tertentu untuk mencari penghidupan.

Gaya Hidup: Tradisional vs Dinamis

Kondisi letak geografis dan kultur masyarakatnya turut berperan besar dalam membentuk gaya hidup masyarakat desa. Sebagian besar gaya hidupnya masih bersifat tradisional dan cenderung lambat.

Berbeda dengan kelurahan yang begitu dinamis akibat keberagaman penduduk dan kultur atau gaya hidup yang dibawanya.

Jumlah Penduduk: Sedikit vs Banyak

Umumnya, jumlah penduduk desa sedikit dan letak rumahnya pun berjauh-jauhan. Di samping itu, tidak sedikit para penduduknya yang mulai berpindah ke kota untuk mencari penghidupan yang baru.

Alhasil, jumlah penduduk di suatu kelurahan bisa dikatakan tidak sedikit. Banyak penduduknya yang merupakan pendatang dari berbagai daerah.

Penutup

Itulah pembahasan kali ini terkait perbedaan desa dan kelurahan. Semoga pembahasan di atas bisa menjawab pertanyaan Anda.

Share yuk, ke:

Leave a Comment