Home » Info » Desa » Sadar Wisata − Pengertian, Tujuan, dan Contohnya

Sadar Wisata − Pengertian, Tujuan, dan Contohnya

Pernahkah Anda mendengar istilah sadar wisata sebelumnya? Apakah ada hubungannya dengan kepariwisataan? Apa ya tujuan dari konsep ini?

Sadar Wisata ini memang berhubungan erat dengan kepariwisataan. Bahkan, ada peraturan perundang-undangan yang khusus membahasnya.

Apakah peraturan tersebut? Yakni Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM.04/UM.001/MKP/2008 tentang Sadar Wisata.

Mari kita bahas konsep sadar wisata berdasarkan peraturan menteri tersebut.

Apa yang Dimaksud Sadar Wisata?

Pada Pasal 1 Permenbudpar Nomor PM.04/UM.001/MKP/2008, sadar wisata adalah suatu kondisi yang menggambarkan partisipasi dan dukungan segenap komponen masyarakat dalam mendorong terwujudnya iklim yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan di suatu destinasi atau wilayah.

Jika merujuk pada situs setkab.go.id, sadar wisata didefinisikan sebagai partisipasi dan dukungan segenap komponen masyarakat dalam mendorong terwujudnya iklim yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan di suatu wilayah dan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Berdasarkan pengertian sadar wisata di atas, kita ketahui bahwa konsep ini tak luput dari peran masyarakat. Merekalah yang merupakan pemeran utama dalam menciptakan kepariwisataan yang beriklim kondusif.

Masyarakat Sadar Wisata

Dilansir dari infopublik.id, salah satu yang menjadi kunci keberhasilan pengembangan sektor wisata adalah menciptakan masyarakat sadar wisata.

Menurut Teddy Antonius, Camat Padang Selatan, masyarakat sadar wisata merupakan masyarakat yang mengerti sekaligus memahami bagaimana menjaga dan mengelola suatu objek wisata sehingga pengunjung merasa betah dan nyaman.

Hal itu diungkapkannya dalam pembukaan acara sosialisasi mengenai sadar wisata bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kecamatan Padang Selatan, pada 24 November 2021 silam.

Sementara itu, dilansir dari setkab.go.id, masyarakat sadar wisata adalah sikap mental atau moral yang membuat nyaman wisatawan yang berkunjung, seperti murah senyum, ramah, dan tidak mempraktikkan aji mumpung.

Aji mumpung ini istilah yang mungkin bagi sebagian besar kita sudah tidak asing lagi di telinga. Istilah tersebut menggambarkan pemanfaatan situasi atau kondisi untuk kepentingan diri sendiri tanpa memedulikan kondisi orang lain.

Contohnya, ada warga asing atau bule yang berbelanja oleh-oleh di toko bapak A. Karena yang datang bule, maka bapak A berpikir aji mumpung dengan menaikkan harga barangnya menjadi 10 kali lipat. Semula Rp 10.000, sekarang menjadi Rp 100.000.

Hal tersebut tentu saja bisa membuat sang bule kaget dan kecewa. Mengapa harganya bisa sedemikian mahal.

Kalau sampai ia merasa kapok, maka tentu saja ia tak akan datang lagi ke sana dan mungkin saja akan menceritakan pengalamannya ini kepada teman-temannya.

Untuk menghindari terjadinya hal tersebut, sekaligus meningkatkan kesadaran kepariwisataan masyarakat sekitar objek wisata, maka itu dibentuklah POKDARWIS.

Pendekatan dan Metode

Pada Pasal 3 Permenbudpar Nomor PM.04/UM.001/MKP/2008, disebutkan bahwa pendekatan pelaksanaan sadar wisata dilakukan dengan tiga cara, yaitu informatif, persuasif, dan edukatif.

Sementara itu, untuk pelaksanaannya berdasarkan Pasal 4 ayat (1) menggunakan enam metode, antara lain:

  1. Ceramah.
  2. Sarasehan.
  3. Diskusi.
  4. Kompetisi.
  5. Percontohan.
  6. Perintisan.

Semua metode yang telah disebutkan, diupayakan untuk dilaksanakan secara sinergi antara pemerintah, pemerintah daerah, pelaku usaha pariwisata, akademisi, media massa, dan organisasi kemasyarakatan dengan materi sapta pesona.

Tujuan Pelaksanaan Sadar Wisata

Berdasarkan peraturan perundang-undangan, ada dua hal yang menjadi tujuan dilaksanakannya konsep sadar wisata ini. Adapun tujuan-tujuannya antara lain:

  • Memberikan sekaligus meningkatkan pemahaman komponen masyarakat agar menjadi tuan rumah yang baik dalam mewujudkan iklim yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya pariwisata serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
  • Menggerakkan dan menumbuhkan motivasi, kemampuan, dan kesempatan bagi masyarakat sebagai wisatawan untuk mengenali dan mencintai tanah air.

Baca juga: Potensi Desa − Pengertian, Macam, dan Manfaatnya

Contoh-Contoh Implementasinya

Kira-kira seperti apa ya contoh penerapan atau implementasi dari kesadaran wisata ini? Sebenarnya, semua tertuang dalam konsep Sapta Pesona. Sadar Wisata dan Sapta Pesona merupakan konsep yang tidak terpisahkan.

Berikut adalah beberapa contoh penerapan dari sadar wisata:

  • Berperilaku yang tidak mengganggu keamanan dan kenyamanan wisatawan yang berkunjung.
  • Menjaga dan memelihara lingkungan dengan mengikuti peraturan-peraturan yang berlaku di tempat tersebut.
  • Menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya.
  • Menjaga dan memelihara penghijauan di sekitar lingkungan objek wisata.
  • Menata lingkungan dan tempat tinggal secara teratur, tertib, dan serasi serta menjaga karakter kelokalan.
  • Memberikan senyum dan keramah-tamahan yang tulus.

Penutup

Itulah pembahasan kita kali ini terkait sadar wisata, yang meliputi:

  • pengertiannya;
  • pendekatan dan metodenya;
  • tujuannya; dan
  • contoh implementasinya.

Sekian pembahasan seputar sadar wisata. Semoga pembahasan di atas bisa memberikan manfaat untuk Anda.

Share yuk, ke:

Leave a Comment