Home » Info » Desa » 17 Perbedaan Desa dan Kota [+Tabel Perbandingan]

17 Perbedaan Desa dan Kota [+Tabel Perbandingan]

Desa dan kota adalah dua kata yang sering terdengar. Desa identik dengan alamnya sedangkan kota dengan gedungnya. Apa saja perbedaan desa dan kota lainnya?

Menurut KBBI Daring, desa adalah kesatuan wilayah yang dihuni oleh sejumlah keluarga yang mempunyai sistem pemerintahan sendiri (dikepalai oleh seorang kepala desa).

Bagaimana dengan kota? Merujuk sumber yang serupa, kota didefinisikan sebagai daerah permukiman yang terdiri atas bangunan rumah yang merupakan kesatuan tempat tinggal dari berbagai lapisan masyarakat.

Dari uraian definisi singkat antara desa dan kota di atas, kita sudah dapati perbedaan antara desa dan kota. Apakah itu?

Yakni, desa merupakan kesatuan wilayah dengan sistem pemerintahannya sendiri sedangkan kota merupakan kesatuan tempat tinggal dari berbagai lapisan masyarakat.

Apakah hanya itu saja perbedaannya? Tentu saja tidak. Berikut adalah pembahasan selengkapnya.

Perbedaan-Perbedaan Desa dan Kota

Berdasarkan pdf Buku Ajar Masyarakat Desa dan Kota UNY Fakultas Ilmu Sosial tahun 2015 yang dapat diakses melalui staffnew.uny.ac.id, setidaknya ada lebih dari tujuh perbedaan antara masyarakat desa dan kota.

Basis Ekonomi, Mata Pencaharian, Ruang Kerja, Keahlian/Keterampilan, dan Musim/Cuaca

Secara geografis, desa terletak di wilayah dengan kondisi alam yang masih terjaga, banyak pepohonan hijau, dan tanah yang subur. Oleh karenanya, basis ekonomi desa tidak terlepas dari alam.

Berbeda dengan kondisi wilayah kota yang terdiri dari pemukiman dan gedung-gedung perkantoran. Sehingga, basis ekonominya pun beragam, mulai dari industri, perdagangan, dan jasa.

Kondisi geografis ini juga berpengaruh pada sumber mata pencaharian masyarakatnya. Masyarakat desa tentu akan berprofesi yang tidak jauh dari sektor agraris.

Bagaimana dengan masyarakat perkotaan? Mereka tidak bisa lagi memanfaatkan alam sehingga akan mencari sumber mata pencaharian lagi dengan beragam jenisnya.

Itulah salah satu sebabnya mengapa penduduk desa cenderung memiliki keahlian/keterampilan yang umum atau tersebar. Sedangkan penduduk kota mereka akan memilih mana yang sekiranya cocok untuk dijadikan profesi.

Karena masih sangat mengandalkan pada alam, musim/cuaca sangat berpengaruh terhadap apa yang masyarakat desa kerjakan. Masyarakat kota? Tidak masalah walaupun musim atau cuaca sedang tidak menentu.

Rumah dan Tempat Kerja, Kepadatan Penduduk, dan Interaksi Sosial

Jarak rumah dan tempat kerja masyarakat desa, dalam hal ini lahan pertanian atau perkebunan, berada di jarak yang cukup dekat. Bahkan, ada pula yang tepat di samping rumahnya. Berbeda dengan kota yang bisa sangat jauh jaraknya.

Kemudian, bicara soal kepadatan penduduk, jumlah penduduk desa cenderung rendah. Sementara kota memiliki kondisi yang berkebalikan, dengan kata lain penduduknya banyak dan cukup padat.

Tingkat kepadatan penduduk ini ternyata berpengaruh pada hubungan yang tercipta dan bagaimana interaksi sosialnya.

Semakin rendah tingkat kepadatannya, hubungan sosial yang tercipta bisa semakin intim. Kemudian, bentuk interaksi sosial yang tercipta juga tidak menyebabkan orang tidak terisolasi secara psikologis.

Diferensiasi Sosial dan Stratifikasi Sosial

Diferensiasi sosial sangat dipengaruhi oleh jumlah kelompok sosial yang ada di masyarakat. Untuk masyarakat desa, karena cenderung bersifat homogen, seperti bahasa, jenis pekerjaan, dan adat istiadat, maka diferensiasi sosialnya kecil.

Berbeda dengan penduduk kota yang sebagian besarnya merupakan pendatang dari berbagai daerah. Sehingga, diferensiasinya tinggi dan sangat beragam.

Bagaimana dengan stratifikasi sosialnya?

Prinsip-prinsip kelas yang ada di perdesaan berbeda dengan di perkotaan. Hal ini berkaitan dengan piramida sosial yang ada di perdesaan maupun perkotaan, antara lain:

  • Jumlah kelas sosial di perdesaan jumlahnya lebih sedikit dibanding perkotaan.
  • Perbedaan antara kelas satu dengan lainnya di perdesaan tidak begitu besar. Sedangkan di perkotaan begitu mencolok.
  • Jarak kelas sosial di perdesaan jauh lebih kecil dibandingkan perkotaan.
  • Prinsip kasta perkotaan tidak berlaku di perdesaan.

Mobilitas Sosial, Solidaritas Sosial, dan Kontrol Sosial

Terkait mobilitas sosial atau perubahan status sosial pada warga perdesaan umumnya jarang terlihat perpindahannya.

Hal itu disebabkan oleh beragam faktor, seperti minimnya variasi pekerjaan dan kecilnya keinginan untuk berpindah profesi. Berbeda dengan warga perkotaan yang lebih sering berubah.

Kemudian untuk solidaritas sosial, rasa persatuan warga perdesaan didasarkan pada persamaan-persamaan. Sedangkan untuk warga perkotaan, didasarkan pada perbedaan-perbedaan.

Lalu kontrol sosial, yang bisa dikatakan sebagai suatu proses untuk mendisiplinkan para anggota kelompok. Pada warga perdesaan, kontrol sosialnya masih sangat kuat terkait norma dan nilai yang berlaku pada warga tersebut.

Kontrol sosial pada masyarakat perdesaan berupa adat atau tradisi yang berlaku di masyarakat tersebut. Sedangkan masyarakat kota, berupa hukum atau peraturan tertulis.

Tabel Perbedaan Desa dan Kota

Berdasarkan penjelasan di atas, berikut adalah beberapa hal yang dapat kita simpulkan mengenai perbedaan antara desa dengan kota.

tabel perbedaan desa dan kota
Tabel Perbedaan Desa dan Kota

Penutup

Itulah pembahasan terkait perbedaan desa dan kota yang juga kami sajikan dalam bentuk tabel. Adapun perbedaan-perbedaan yang sudah dibahas, meliputi:

  1. Basis ekonomi.
  2. Mata pencaharian.
  3. Ruang kerja.
  4. Musim/cuaca.
  5. Keahlian/keterampilan.
  6. Rumah dan tempat kerja.
  7. Kepadatan penduduk.
  8. Stratifikasi sosial.
  9. Interaksi sosial.
  10. Diferensiasi sosial.
  11. Lembaga-lembaga.
  12. Kontrol sosial.
  13. Sifat kelompok masyarakat.
  14. Mobilitas sosial.
  15. Karakter komunitas.
  16. Status sosial.
  17. Tradisi, kepercayaan lokal.

Demikian pembahasan perbedaan desa dan kota ini. Semoga bisa memberikan manfaat untuk Anda.

Share yuk, ke:

Leave a Comment