Home » Info » Desa » Kader Pembangunan Manusia − Siapa, Tugas, dan Gajinya

Kader Pembangunan Manusia − Siapa, Tugas, dan Gajinya

Siapa itu Kader Pembangunan Manusia? Mengapa ada dan sebenarnya apa tujuannya? Tugas-tugasnya apa saja? Berapa jumlah gaji bulanannya?

Pertanyaan-pertanyaan mengenai Kader Pembangunan Manusia di atas akan kita bahas di sini. Jadi, pastikan Anda menyimak pembahasannya hingga akhir. Anda penasaran dengan gajinya bukan?

Jika terkait dengan pemberdayaan masyarakat desa, ada salah dua kader yang berperan, yakni KPM dan KPM. Loh, kok sama? Keduanya memang memiliki singkatan yang sama jika disingkat.

KPM adalah Kader Pemberdayaan Masyarakat. Ini KPM yang pertama. Sedangkan KPM yang kedua, yakni Kader Pembangunan Manusia, yang akan kita bahas di sini.

Siapa itu Kader Pembangunan Manusia?

Mengutip dari Buku Saku Kader Pembangunan Manusia, yang dimaksud dengan Kader Pembangunan Manusia adalah:

Kader masyarakat terpilih yang mempunyai kepedulian dan bersedia mendedikasikan diri untuk ikut berperan dalam pembangunan manusia di desa, terutama dalam monitoring dan fasilitasi konvergensi penanganan stunting.

Sederhananya, Kader Pembangunan Manusia adalah kader dari kalangan masyarakat yang terpilih untuk ikut andil dalam pembangunan manusia di desanya.

Ialah yang memastikan layanan terkait konvergensi gizi di desa tersedia dan berjalan dengan baik. Oleh sebab itu, ia harus memiliki rasa kepedulian dan dedikasi yang cukup tinggi demi kebaikan masyarakat desanya.

Latar Belakang Dibentuknya Kader

Dibentuk atau dipilihnya kader ini tentu bukan tanpa alasan. Ada hal yang melatarbelakangi dibentuknya kader, yakni perihal stunting.

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan otak pada anak yang disebabkan karena kurangnya asupan gizi dalam waktu lama, infeksi berulang, dan kurangnya stimulus psikososial.

Stunting pada anak ditandai oleh beberapa hal, seperti:

  1. Panjang/tinggi badan anak lebih pendek dari anak seusianya.
  2. Tingkat kecerdasan anak yang kurang maksimal.
  3. Anak lebih rentan terhadap penyakit.

Pada Agustus 2017 lalu, pemerintah meluncurkan Strategi Percepatan Penurunan Stunting dan salah satu pilarnya adalah menekankan pentingnya konvergensi intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif di tingkat pusat, daerah, dan desa.

Konvergensi intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif inilah yang merupakan langkah penanganan stunting. Adapun sasarannya, yaitu 1000 hari pertama kehidupan dari anak sejak di kandungan sampai berusia 23 bulan.

Tujuan Kader Pembangunan Manusia

Ada lima hal yang menjadi tujuan kader, yaitu:

  • Kapasitas dan kualitas sumber daya manusia di perdesaan meningkat.
  • Kepedulian dan pemahaman masyarakat serta pemerintah desa dalam penanganan dan pencegahan masalah stunting di tingkat desa meningkat.
  • Mempromosikan pengukuran panjang/tinggi badan balita sebagai deteksi dini stunting.
  • Konvergensi dan koordinasi lintas sektor dalam penanganan stunting di tingkat desa meningkat.
  • Alokasi APBDes untuk kegiatan terkait gizi dan penanganan stunting meningkat.

Baca juga: LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat) − Tugas dan Fungsinya

Tugas-Tugas Seorang Kader Pembangunan Manusia

Masih berdasarkan buku saku yang dipublikasikan sebagai panduan bagi para Kader Pembangunan Manusia, ada empat tugas yang harus dijalankan. Tugas-tugas tersebut di antaranya:

  • Memfasilitasi pemetaan sosial untuk mengidentifikasi status intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif pada rumah tangga yang memiliki ibu hamil, ibu menyusui, dan anak usia 0-23 bulan.
  • Memfasilitasi diskusi terarah untuk membahas permasalahan stunting di desa sampai dengan penyusunan kegiatan penanganan stunting dalam RKP Desa dan APBDes.
  • Memfasilitasi pengukuran panjang atau tinggi badan balita sebagai deteksi dini stunting.
  • Memonitor dan memastikan rumah tangga yang memiliki ibu hamil, ibu menyusui, dan anak usia 0-23 bulan mendapatkan 5 paket pelayanan utama dalam penanganan stunting di desa.

Sebagai informasi tambahan, adapun 5 paket pelayanan yang dimaksud antara lain:

  1. Layanan kesehatan dan gizi ibu-anak.
  2. Layanan konseling kesehatan dan gizi.
  3. Layanan air bersih dan sanitasi yang baik.
  4. Layanan jaminan sosial/kesehatan.
  5. Layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Tahapan dalam Pelaksanaan Tugas

Sesuai dengan petunjuk yang tertera dalam buku saku, ada enam tahapan yang dilalui oleh para kader dalam melaksanakan tugas. Adapun keenam tahapan tersebut di antaranya:

  1. Tahap 1, pemetaan sosial dan pendataan 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan).
  2. Tahap 2, fasilitasi diskusi kelompok (FGD) terarah.
  3. Tahap 3, rembuk stunting desa.
  4. Tahap 4, pelaksanaan kegiatan konvergensi stunting.
  5. Tahap 5, monitoring 5 paket layanan.
  6. Tahap 6, perencanaan kegiatan stunting APBDes.

Prinsip Kerja Kader Pembangunan Manusia

Di samping itu, dalam menjalankan tugasnya, ada dua prinsip kerja yang harus dipegang oleh para kader. Apa sajakah prinsip kerja tersebut?

Pertama, berupaya mengajak peran serta maupun partisipasi masyarakat dan lembaga dalam proses perencanaan, pelaksanaan kegiatan, dan pemantauan.

Kedua, berupaya berkoordinasi dengan pelaku program dan lembaga lainnya, seperti bidan desa, petugas puskesmas lainnya (ahli gizi, sanitarian), guru PAUD, aparat, maupun lembaga desa.

Gaji Seorang Kader Pembangunan Manusia

Mungkin inilah pembahasan yang paling ditunggu-tunggu. Bicara soal gaji bulanan memang selalu menarik perhatian.

Berapakah gaji seorang kader pembangunan manusia? Dilansir dari aksi.bangda.kemendagri.go.id, seorang kader mendapat penghasilan sebesar Rp 1.000.000 untuk setiap bulannya.

Itulah pendapatan atau honor bulanan seorang kader. Apakah Anda tertarik dengan angka tersebut?

Baca juga: Pokdarwis − Inilah Tugas dan Struktur Organisasinya

Penutup

Itulah pembahasan terkait kader masyarakat yang berperan dalam pembangunan manusia, yang meliputi:

  1. siapa yang dimaksud kader pembangunan manusia;
  2. latar belakang dan tujuan adanya seorang kader;
  3. tugas-tugas yang diemban; dan
  4. gaji bulanan seorang kader.

Sekian pembahasan seputar Kader Pembangunan Manusia. Semoga bisa memberikan manfaat untuk Anda.

Share yuk, ke:

Leave a Comment