Home » Info » Desa » Inovasi Desa − Latar Belakang, Tujuan, dan 15 Contoh Inovasinya

Inovasi Desa − Latar Belakang, Tujuan, dan 15 Contoh Inovasinya

Program Inovasi Desa atau PID merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mendorong desa agar lebih kreatif dan inovatif untuk kesejahteraan masyarakat.

Program Inovasi Desa ini tentu diluncurkan bukan tanpa alasan. Ada latar belakang dan tujuan mengapa pemerintah membuat program ini.

Kemendes, PDTT pun menerbitkan peraturan perundang-undangan yang khusus membahas inovasi desa ini, yaitu Kepmendes, PDTT Nomor 48 Tahun 2018.

Latar Belakang Program Inovasi Desa

Seperti yang diketahui bahwa pemerintah memberikan bantuan dana kepada desa dalam bentuk Dana Desa. Selain itu, desa juga menerima transferan dana dalam bentuk Alokasi Dana Desa dari pemerintah kabupaten/kota.

Adanya penerimaan Dana Desa, desa diharapkan lebih mampu lagi dalam mengatur dan mengurus kepentingan masyarakatnya secara efektif sehingga kesejahteraan masyarakat desa meningkat.

Berdasarkan Kepmendes, PDTT No.48 Tahun 2018, desa masih memiliki keterbatasan terkait penyelenggaraan pembangunan dalam perspektif “desa membangun”.

Kemudian, terdapat aspek lain yang juga perlu diperhatikan dalam pengelolaan pembangunan desa. Aspek tersebut ialah ketersediaan data yang up to date sesuai kondisi objektif maupun perkembangan desa.

Atas isu kelemahan/kekurangan tersebut, Kemendes, PDTT terus berupaya melakukan perbaikan secara pro aktif. Upaya yang dilakukan di antaranya adalah menyediakan tenaga pendamping profesional dan meluncurkan Program Inovasi Desa (PID).

Baca juga: Potensi Desa − Pengertian, Macam, dan Manfaatnya

Pengertian Inovasi Desa

Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka dapat disimpulkan bahwa:

Program Inovasi Desa adalah program yang diluncurkan oleh Kemendes, PDTT untuk mengarahkan desa agar dapat memanfaatkan Dana Desa yang berakibat pada kesejahteraan masyarakat desa.

Lalu apa tujuan dari program tersebut?

Tujuan Program Inovasi Desa (PID)

PID secara umum bertujuan untuk mendorong penggunaan Dana Desa yang lebih berkualitas, efektif, dan efisien melalui berbagai kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa yang lebih inovatif dan peka terhadap kebutuhan masyarakat desa.

Adapun tujuan khususnya antara lain:

  • Menyediakan katalisasi pembangunan desa dalam bentuk inovasi/kebaruan dalam praktek-praktek pembangunan desa sebagai sarana pertukaran pengetahuan antar desa dan atau daerah.
  • Meningkatkan kapasitas pelaku-pelaku pembangunan desa.
  • Menyediakan sistem pengelolaan pengetahuan sebagai contoh-contoh inovasi/kebaruan pembangunan desa yang dapat dibagikan antar desa dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan desa.
  • Memperkuat peran pendamping dengan memberikan banyak referensi-referensi inovasi/kebaruan dalam praktek pembangunan dan pertukaran pengetahuan.
  • Meningkatkan status desa sesuai dengan arah kebijakan dan sasaran Kemendes, PDTT pada RPJMN 2015-2019.

Bagaimana dengan manfaatnya? Apa saja manfaat yang akan diterima oleh desa dengan hadirnya program tersebut?

Manfaat PID

Ada empat manfaat yang akan diterima oleh desa berdasarkan Kepmendes, PDTT No.48 Tahun 2018. Manfaat-manfaat tersebut antara lain:

  1. Adanya fasilitasi dan pendampingan untuk saling bertukar pengetahuan dan belajar kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang inovatif dengan desa lainnya.
  2. Adanya fasilitasi dan pendampingan untuk merencanakan dan melaksanakan kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang lebih inovatif sesuai prioritas kebutuhan masyarakat desa dan mendukung program-program prioritas Kemendes, PDTT.
  3. Adanya jasa layanan teknis dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas kegiatan pembangunan dan pemberdayaan di desa.
  4. Adanya kesempatan dan akses desa untuk meningkatkan kapasitas kegiatan perekonomiannya.

Beberapa Contoh Inovasi Desa

Berikut adalah 15 contoh program inovasi desa yang berhasil Kami kumpulkan dari berbagai sumber yang bisa menjadi sumber inspirasi perancangan program inovasi di desa Anda.

  1. Program pengadaan air bersih dan layak minum.
  2. Program pembangkit listrik tenaga mikro hidro dengan memanfaatkan air sungai.
  3. Program pembuatan teknologi sumur sebagai ketersediaan air desa.
  4. Program konservasi bambu untuk menjaga sumber mata air.
  5. Program penyusunan/pencetakan ulang surat kepemilikan tanah masyarakat.
  6. Program mengaktifkan kembali Badan Usaha Milik Desa yang dibekukan.
  7. Program mengubah limbah minyak goreng menjadi produk campuran bahan bakar.
  8. Program pelatihan bagi wirausaha desa dengan tenaga ahli bisnis.
  9. Program pembangunan sekolah dan sarana prasarana belajar lainnya untuk memenuhi kebutuhan pendidikan.
  10. Program penyelenggaraan pusat kegiatan belajar masyarakat.
  11. Program penyelenggaraan BPJS mandiri untuk desa.
  12. Program penyaluran air bersih melalui pipa ke rumah-rumah masyarakat.
  13. Program konservasi hutan dan tumbuhan hijau untuk menjaga debit air desa dan sarana penghijauan.
  14. Program pengolahan sampah terpadu.
  15. Program budidaya ikan di saluran irigasi.

Baca juga: Web Desa − Manfaat, Contoh Terbaik, dan Cara Membuatnya

Penutup

Itulah pembahasan terkait inovasi desa atau yang lebih dikenal dengan Program Inovasi Desa (PID), yang meliputi:

  1. latar belakang program inovasi desa;
  2. pengertian dari PID itu sendiri;
  3. tujuan dan manfaat program inovasi desa; dan
  4. beberapa contoh program inovasi desa yang bisa diimplementasikan.

Demikian pembahasan mengenai program inovasi desa (PID) kali ini dan semoga Anda bisa mendapatkan manfaat setelah membacanya.

Share yuk, ke:

Leave a Comment