Cara Membuat Jaringan Client Server dengan Cisco Packet Tracer

Pembahasan AneIqbal kali ini adalah tentang cara membuat jaringan client server dengan aplikasi Cisco Packet Tracer. Pembuatan simulasi jaringan client server ini cukup mudah dan simpel. Pastikan Anda menyimak pembahasan pada postingan kali ini sampai akhir.

Namun sebelum membahas bagaimana cara membuat model atau simulasi jaringannya, ada baiknya kita tahu apa itu jaringan client server. Kemudian bagaimana bentuk topologinya supaya dapat pemahaman utuh dengan jaringan client server ini.

Apa itu jaringan client server?

Jaringan client-server merupakan sekumpulan komputer yang saling terkoneksi satu sama lain tapi ada sebuah PC yang menjadi pelayan atau server. Server bertugas melayani dan menyediakan sumber daya yang akan digunakan oleh PC pada jaringan tersebut.

Pada intinya, jaringan client server ini terdiri atas satu komputer bertindak sebagai server dan banyak komputer lain yang terhubung pada komputer server tersebut bertindak sebagai client.

Mengapa bentuk jaringannya seperti demikian? Untuk memudahkan manajemen sekaligus efisiensi sumber daya yang dapat digunakan dalam sebuah jaringan komputer. Misalnya seperti berbagai akses aplikasi, data, dan lain sebagainya. Sehingga semua kebutuhan komputer user dapat diatur dalam sebuah komputer server.

Topologi jaringannya

Untuk memudahkan pemahaman tentang jaringan client server ini, penggambaran bentuknya dapat divisualisasikan dalam bentuk topologi jaringan. Berikut topologi jaringan client server.

topologi jaringan client server

Cara membuat jaringan client server

1. Buat desain seperti ini, jumlah PC boleh berapa saja asalkan hanya ada satu server. Hubungkan semua device dengan kabel straight. Mengapa straight? karena devicenya berbeda (server dan PC).

client server cisco packet tracer
Hubungkan dengan kobel straight

2. Setelah dihubungkan dengan kabel, setting server agar dapat terkoneksi dengan PC. Setting server dengan IP 192.168.1.1.

client server cisco packet tracer
IP Server: 192.168.1.1

3. Kemudian setting IP pada tiap PC. Misalnya PC0: 192.168.1.19, PC1: 192.168.1.20 dan PC2: 192.168.1.21.

config jaringan client server
Setting IP PC dalam satu kelompok IP yang sama

Karena IP server menggunakan IP kelas C, dengan IP 192.168.1.1 dan subnet 255.255.255.0, maka semua PC atau komputer client harus disetting menggunakan IP kelas C juga (192.168.1.x). Sampai sini, semua settingan sudah selesai.

4. Setelah itu, tinggal memastikan apakah PC dan server terkoneksi dengan baik. Seperti biasa, ada dua cara untuk memastikannya. Cara pertama dengan ping dan cara kedua yaitu dengan mengirim PDU. Ping semua PC dari server. Bila berhasil, akan terlihat seperti gambar berikut.

tes ping jaringan client server 2
Tes ping dari server ke client berhasil
tes ping jaringan client server
Tes ping dari server ke client lain berhasil

Untuk lebih memastikannya kembali, jangan lupa untuk tes ping juga dari PC client ke server. Tes apakah ping dari semua komputer client ke PC server berhasil. Jika iya, maka pembuatan simulasi jaringan client server berhasil.

Bagaimana dengan percobaan yang Anda lakukan? Berhasilkah seperti gambar di atas? Semoga panduan di atas bisa diikuti dengan mudah dan bisa membantu Anda dalam membuat simulasi jaringan client server. Demikian pembahasan kali ini tentang cara membuat jaringan client server dengan Cisco Packet Tracer dan terima kasih sudah membaca sampai akhir.

 

Leave a Comment