Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian Menulis, Unsur, Syarat, Tahap, Jenis, dan Manfaatnya

pengertian menulis

Halo gaes. Bahasan pada kesempatan kali ini adalah tentang pengertian menulis. Selain itu apa lagi yang dibahas? Unsur-unsurnya, syaratnya, tahapannya, jenisnya, dan terakhir, manfaatnya. 

 


Pengertian Menulis

Menulis adalah suatu aktivitas komunikasi yang menggunakan bahasa sebagai medianya. Wujudnya berupa tulisan yang terdiri atas rangkaian huruf yang bermakna dengan semua kelengkapannya, seperti ejaan dan tanda baca.

Menulis juga merupakan suatu proses penyampaian gagasan, pesan, sikap, dan pendapat kepada pembaca dengan simbol-simbol atau lambang bahasa yang dapat dilihat dan disepakati bersama oleh penulis dan pembaca. 
 
Menurut KBBI Daring, menulis memiliki empat definisi. Pertama, menulis adalah membuat huruf (angka dan sebagainya) dengan pena (pensil, kapur, dan sebagainya.

Kedua, menulis adalah melahirkan pikiran atau perasaan (seperti mengarang, membuat surat) dengan tulisan. Ketiga, menulis adalah menggambar atau melukis. Keempat, menulis adalah membatik.
 

Pengertian Menulis Menurut Para Ahli

Menulis adalah menuangkan gagasan, pendapat, perasaan, keinginan, dan kemauan, serta informasi ke dalam tulisan dan kemudian "mengirimkannya" kepada orang lain (Syafi'ie, 1998:45).

Menulis merupakan suatu cara untuk mengetahui dan menemukan apa yang diketahui oleh seseorang yang terekam dalam pikirannya (Cox, 1993:309).
 
Berikut tambahan pengertian menulis menurut para ahli dari www.kajianpustaka.com dan www.padamu.net.

Menulis adalah menuangkan ide ke dalam suatu bentuk visual (Lerner, 1985:413).

Menulis merupakan salah satu komponen sistem komunikasi. Menulis adalah menggambarkan pikiran, perasaan, dan ide ke dalam bentuk lambang-lambang grafis. Menulis dilakukan untuk keperluan mencatat dan komunikasi (Abdurrahman, 1998:224).
 
Menulis adalah lambang-lambang grafis dari bahasa yang dipahami oleh penulisnya maupun orang-orang lain yang menggunakan bahasa yang sama dengan penulis tersebut (Tarigan, 1986:21).
 
Menulis merupakan penggambaran visual tentang pikiran, perasaan, dan ide dengan menggunakan simbol-simbol sistem bahasa penulisannya untuk keperluan komunikasi atau mencatat (Hargrove dan Pottet dalam Abdurrahman, 1998:239).

Menulis merupakan kemampuan mengungkapkan ide, pikiran, pengetahuna, ilmu, dan pengalaman hidupnya dalam bahasa tulis yang jelas, runtut, ekspresif, enak dibaca, dan dipahami orang lain (Suyitno, 1993:150).

Menulis adalah mengungkapkan bahasa dalam bentuk simbol dan gambar (Soemarmo Markam, 1989:7).

Menulis yaitu meletakkan simbol grafis yang mewakili bahasa yang dimengerti orang lain (Sumarno, 2009:50).
 
Menulis merupakan keterampilan yang sukar dan kompleks (Heaton dalam St. Y. Slamet, 2008:141).
 
Menulis adalah aktivitas aktif produktif, yaitu aktivitas menghasilkan bahasa (Burhan Nurgiantoro, 1988:273).
 
Pengertian menulis adalah suatu proses kreatif memindahkan gagasan ke dalam lambang-lambang tulisan (M. Atar Semi, 2007:14). 


Unsur-Unsur Menulis

Dalam menulis, ada empat unsur yang terlibat, yaitu:
1. Penulis sebagai penyampai pesan
2. Pesan atau isi tulisan
3. Saluran atau medium tulisan
4. Pembaca sebagai penerima pesan

Syarat-Syarat Menulis

Syafi'ie (1988:45) mengemukakan bahwa syarat-syarat penulis yang baik adalah sebagai berikut:
1. Mampu untuk menemukan masalah yang akan ditulis
2. Peka terhadap kondisi pembaca
3. Mampu menyusun rencana penulisan
4. Mampu menggunakan bahasa
5. Mampu memulai tulisan
6. Mampu memeriksa tulisan


Tahap-Tahap Menulis

Menulis sebagai suatu proses terdiri atas beberapa tahapan. Tompkins (1994) dan Ellis dkk. (1989) menguraikan lima tahapan menulis, yaitu: pramenulis, pengedrafan, perbaikan, penyuntingan, dan publikasi.

1. Tahap pramenulis

Pada tahap ini, seseorang menentukan apa yang akan ditulis, tujuan menulis, dan kerangka tulisan, serta bahan-bahan tulisannya.

2. Tahap pengedrafan

Pada tahap ini, seseorang menuangkan gagasan, pikiran, dan perasaannya dalam bentuk draf kasar.

3. Tahap perbaikan

Pada tahap ini, seseorang merevisi draf yang telah ia susun. Ia juga dapat meminta bantuan orang lain untuk membantu dan mempertimbangkan gagasannya.

4. Tahap penyuntingan

Pada tahap ini, seseorang memperbaiki aspek mekanik (ejaan, tanda baca, pilihan kata, dan struktur kalimat) yang tidak sesuai dengan kaidah penulisan.

5. Tahap publikasi

Pada tahap ini, seseorang mempublikasikan tulisannya ke orang lain untuk berbagi informasi dan mendapat masukan sehingga tulisan menjadi sempurna.

Simak juga: diksi adalah


Jenis-Jenis Menulis

Narasi

Narasi adalah karangan/tulisan ekspositoris maupun imajinatif yang secara spesifik menyampaikan informasi tertentu berupa perbuatan/tindakan yang terjadi dalam suatu rangkaian waktu.

Deskripsi

Deskripsi adalah karangan/tulisan yang secara spesifik menyampaikan informasi tentang situasi dan kondisi suatu lingkungan (kebendaan atau kemanusiaan) secara objektfi, apa adanya, dan terperinci.

Eksposisi

Eksposisi adalah karangan/tulisan yang secara spesifik menyampaikan informasi tentang suatu hal (faktual maupun konseptual) dengan tujuan untuk menjelaskan, menerangkan, dan menguraikan.

Argumentasi

Argumentasi adalah karangan/tulisan yang secara spesifik menyampaikan informasi tentang suatu hal (faktual maupun konseptual) dengan tujuan untuk mempengaruhi, memperjelas, dan meyakinkan.

Persuasi

Persuasi adalah karangan/tulisan yang secara spesifik menyampaikan informasi tentang suatu hal (faktual maupun konseptual) dengan tujuan untuk mempengaruhi, meyakinkan, dan mengajak.

Manfaat Menulis

1. Mengasah kecerdasan
2. Mengembangkan daya inisiatif dan kreativitas
3. Menumbuhkan keberanian
4. Mendorong kemauan dan kemampuan mengumpulkan informasi


Posting Komentar untuk "Pengertian Menulis, Unsur, Syarat, Tahap, Jenis, dan Manfaatnya"