Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Menggunakan if/else dan switch di PHP dan Contoh Casenya serta Perbedaannya

Halo gaes. Apa kabarnya? Semoga sehat dan bahagia selalu ya. Kita bahas if else di PHP yuk.. pake contoh case supaya lebih ngeresep.

Dalam sebuah aplikasi web atau website, kita pasti bakal ketemu sama yang namanya pengkondisian. Pengkondisian? What is that?

Pengkondisian adalah suatu titik keadaan yang akan menentukan keadaan lain dari berbagai kemungkinan keadaan. Itu terjemahan dari Ogut.
if (condition) {
    code to be executed if condition is true;
} else {
    code to be executed if condition is false;
}

Misalnya begini. Anda ingin membeli motor XMAX yang harganya kita bulatkan saja Rp 60 juta. Kondisi keuangan atau budget Anda akan menentukan cara pembayaran yang akan Anda lakukan. Bisa cash, nyicil, minjem, atau bahkan batal beli.

Sementara.. uang Anda ternyata hanya Rp 30 juta. Dengan demikian, Anda nggak bisa beli cash tapi Anda masih beli dengan menyicil.

Kasus di atas, akan begini bila kita codingkan ke PHP.

<?php
$uangAnda = 30000000;
$hargaXMAX = 60000000;

if($uangAnda > $hargaXMAX){
 echo 'Mantap! Anda bisa beli cash..';
}else{
 echo 'Masih bisa nyicil';
}
?>

Kita buat 2 variabel; $uangAnda dan $hargaXMAX. Sekaligus kita beri nilainya juga berdasarkan data yang ada.

Btw, sudah tau variabel kan? Kalo belum tau, Anda bisa mampir sejenak ke Cara Membuat Variabel-Variabel di PHP dan Contohnya.

Nah.. setelah kita buat variabelnya, variabel tersebut kita masukkan ke dalam if else. Kondisinya adalah mengecek apakah uang Anda lebih besar dari harga XMAX.

Jika benar lebih besar, maka kita tampilkan pesan 'Mantap! Anda bisa beli cash..' dan kalo nggak lebih besar, tampilkan 'Masih bisa nyicil'.

Kek gini hasilnya gaes..

tutorial php indonesia

Jadi, ada titik kondisi yang menjadi penentu kondisi selanjutnya. Dari case di atas, adalah jumlah uang yang lebih besar dari harga XMAX yang menjadi titik kondisinya.

Eh ternyata, Anda dapet suntikan dana lagi. Bonus projek Anda sebesar Rp 21 juta sudah cair. Sekarang, uang Anda menjadi Rp 51 juta. Lalu Anda membuat opsi lain.

Kalau ada uang minimal Rp 50 juta, maka Anda ingin cari pinjaman. Misalnya.

Ada penambahan titik kondisi. Sehingga muncul kondisi selanjutnya yang lain juga. Bentuknya berubah jadi if elseif else.

<?php
$uangAnda = 30000000+21000000; //bonus projek cair sebesar Rp 21 juta
$hargaXMAX = 60000000;

if($uangAnda > $hargaXMAX){
 echo 'Mantap! Anda bisa beli cash..';
}elseif($uangAnda >= 50000000){
 echo 'Let\'s go nyari pinjeman..';
}else{
 echo 'masih bisa nyicil';
}
?>

Jadi begini.

tutorial php indonesia

Eh ternyata lagi, ada kejadian nggak diduga dimana Anda harus mengeluarkan uang sebanyak Rp 40 juta. Jadi, uang Anda sekarang tersisa Rp 11 juta.

Anda nggak jadi beli motor baru bila hanya punya uang dibawah Rp 15 juta.

Sehingga, muncul kondisi baru lagi. Begini jadinya.


<?php
$uangAnda = 30000000+21000000-40000000; //bonus projek cair sebesar Rp 21 juta //minus Rp 40 juta
$hargaXMAX = 60000000;

if($uangAnda > $hargaXMAX){
 echo 'Mantap! Anda bisa beli cash..';
}elseif($uangAnda > 50000000){
 echo 'Let\'s go nyari pinjeman..';
}elseif($uangAnda > 15000000){
 echo 'masih bisa nyicil';
}else{
 echo 'Batal beli';
}
?>

Ini tampilannya.

tutorial php indonesia


Penulisan coding elseif di atas boleh dipisah kok. Jadi mau tulis elseif atau else if, sama saja. Nggak ada eror.

<?php
$uangAnda = 30000000+21000000-40000000; //bonus projek cair sebesar Rp 21 juta //minus Rp 40 juta
$hargaXMAX = 60000000;

if($uangAnda > $hargaXMAX){
 echo 'Mantap! Anda bisa beli cash..';
}else if($uangAnda > 50000000){
 echo 'Let\'s go nyari pinjeman..';
}else if($uangAnda > 15000000){
 echo 'masih bisa nyicil';
}else{
 echo 'Batal beli';
}
?>

Bisa juga pake colon gaes. Itu.. tanda titik 2 (:). Tapi, kalo pake colon, elseif wajib disambung. Kek begini.

<?php
$uangAnda = 30000000+21000000-40000000; //bonus projek cair sebesar Rp 21 juta //minus Rp 40 juta
$hargaXMAX = 60000000;

if($uangAnda > $hargaXMAX):
 echo 'Mantap! Anda bisa beli cash..';
elseif($uangAnda > 50000000):
 echo 'Let\'s go nyari pinjeman..';
elseif($uangAnda > 15000000):
 echo 'masih bisa nyicil';
else:
 echo 'Batal beli';
endif;
?>

Ini jadinya kalo elseif nya dipisah.

tutorial php indonesia


So, silakan pilih aja mau pake yang mana sesuai selera. Pilih yang nyaman di hati.

Begitulah cara kerja if else ini. Bila ada kondisi baru lagi, tambahkan elseif / else if lagi. Begitu seterusnya. Dan pastikan hanya ada 1 else.

Cara Menggunakan switch di PHP beserta Contoh Casenya


pengertian dan fungsi switch case php

Switch statement sama halnya dengan if else statement, yakni berfungsi untuk pengkondisian tertentu.  Gimana cara kerjanya si switch statement ini?

Sebelum ke cara kerjanya, kita lihat dulu bentuk codingan switch statement ini.

switch (n) {
    case nilai1:
        coding yang bakal dieksekusi kalo n = nilai1;
        break;
    case nilai2:
        coding yang bakal dieksekusi kalo n = nilai2;
        break;
    ...
    default:
        coding yang bakal dieksekusi kalo n nya beda dari nilai-nilai di atas
}

Dari bentuk coding di atas, sebenarnya sudah kelihatan cara kerjanya. Kita kenalan dulu sama fungsi dari setiap code di atas.

Fungsi switch, case, break, dan default pada switch statement

Fungsi switch adalah untuk mengeksekusi ekspresi. Lalu ada case yang fungsinya adalah untuk menangkap nilai hasil ekspresi dan menjalankan codingan tertentu berdasarkan nilainya.

Perlu diperhatikan, case juga punya nilai sendiri dan ini bisa kita atur nilainya. case akan berjalan bila nilai yang diterima sama isinya dengan nilai dia sendiri.

Lalu ada break di setiap case. Fungsinya adalah untuk menstop eksekusi. Kalo nggak ada break, coding dibawahnya akan dieksekusi juga.

Terakhir, ada default yang fungsinya adalah menjalankan codingan tertentu juga bila nilai hasil ekspresi tidak ada yang cocok pada case.

Baca juga:

Cara kerja switch statement

Jadi, si switch ini akan mengeksekusi sebuah ekspresi. Ekspresi ditandai dengan huruf n pada coding di atas. Biasanya ekspresinya itu berupa variabel.

Hasil eksekusi ekspresi adalah berupa nilai. Nilai inilah yang akan digunakan sebagai parameter case. Simpelnya, si nilai dilempar ke dalam case.

Lalu, case akan mengeksekusi coding sesuai dengan nilai yang diterimanya. Kalo nggak ada yang sama nilainya, default lah yang akan berjalan.

Contoh case switch statement

Misalnya, kamu ingin membeli sebuah sepeda motor dan budget yang kamu punya jumlahnya Rp 20.000.000,-.

Kamu pun mencari tau jenis motor dan harganya. Ketemulah jenis motor kopling 150 cc, kopling 250 cc, dan motor matic dengan masing-masing harganya Rp 50.000.000, Rp 25.000.000, dan Rp 20.000.000.

Lalu, setelah kamu mencari-cari tau jenis motor dan harganya, kamu menuangkannya dalam codingan program sederhana dengan switch statement.

Program sederhana switch statement ini akan mengeluarkan output jenis motor apa yang dapat dibeli dengan jumlah budget yang ada.

<?php

$budgetSaya = 20000000;

switch ($budgetSaya) {
 case 50000000:
  echo 'Kamu bisa beli motor 250 cc.';
  break;

 case 25000000:
  echo 'Kamu bisa beli motor 150 cc.';
  break;

 case 20000000:
  echo 'Kamu bisa beli motor matic.';
  break;
 
 default:
  echo 'Kamu harus cari uang lagi yang banyak.';
  break;
}

?>

Apa outputnya?
Yap! outputnya adalah 'Kamu bisa beli motor matic'.

switch menyodorkan nilai hasil ekspresi dan case menangkapnya sesuai dengan yang dilempar. Karena yang dilempar Rp 20.000.000, maka case 20000000 yang akan jalan.

Kalo nggak ada break pada case 20000000, maka default juga akan dieksekusi. Jangan sampe lupa nulis break-nya gaes. Biar dia berhenti tepat di case itu.

pengertian dan fungsi switch case php

Lalu apa bedanya dengan if else statement?

Perbedaan switch statement dengan if else statement

Bedanya ada pada jumlah eksekusi ekspresinya.

switch statement hanya mengeksekusi ekspresi satu kali lalu melemparkan hasilnya ke case-case atau kondisi-kondisi yang sudah dibuat.

Sedangkan if else statement lebih dari satu kali mengeksekusi ekspresinya. Eksekusi ekspresi, nggak cocok, eksekusi ekspresi lain. Ekspresi nggak cocok lagi, eksekusi lain lagi.

Begitu seterusnya.
Sampai ekspresi terakhir.

Selesai sudah belajar fungsi switch statement

Yap.. begitulah obrolan kita kali ini soal switch statement ini. Gimana? sudah lebih paham kan sekarang tentang si switch statement ini?

Kalo masih ada yang ngeganjel, monggo ditanyakeun di kolom komentar.

Posting Komentar untuk "Cara Menggunakan if/else dan switch di PHP dan Contoh Casenya serta Perbedaannya"