Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian Karya Ilmiah, Tujuan, Ciri-Ciri, dan Syaratnya

Di postingan kali ini, AneIqbal akan menjabarkan materi kuliah yang pernah kami dapat sebelumnya. Mata kuliahnya Bahasa Indonesia dengan materi yang dibahas yaitu Penulisan Karya Ilmiah.



pengertian karya ilmiah


Pengertian karya ilmiah

Karangan atau karya ilmiah adalah suatu karangan atau tulisan yang diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/keilmahannya. (Eko Susilo, M. 1995:11)

Karangan ilmiah merupakan suatu karya dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang berbentuk ilmiah. Suatu karya dapat dikatakan ilmiah apabila proses perwujudannya lewat metode ilmiah.

Sebelum lanjut, cek juga postingan kami yang lainnya, seperti pembentukan kata dalam bahasa indonesiafaktor yang mempengaruhi ragam bahasa, dan karakteristik bahasa indonesia untuk memperluas wawasan Anda. Sekarang, lanjut ke pembahasan tujuan karya ilmiah.


Tujuan pembuatan karangan ilmiah

  • Memberi penjelasan
  • Memberi komentar atau penilaian
  • Memberi saran
  • Menyampaikan sanggahan
  • Membuktikan hipotesa

Ciri-ciri karya ilmiah

  • Objektif, keobjektifan ini tampak pada setiap fakta dan data yang diungkapkan berdasarkan kenyataan yang sebenarnya, tidak dimanipulasi.
  • Netral, kenetralan ini dapat dilihat pada setiap pernyataan atau penilaian bebas dari kepentingan-kepentingan tertentu, baik kepentingan pribadi maupun kelompok.
  • Sistematis, dikatakan sistematis apabila mengikuti pola pengembangan tertentu, misalnya pola urutan, klasifikasi, kausalitas, dan sebagainya.
  • Logis, kelogisan dapat dilihat dari pola nalar yang digunakan, pola nalar induktif atau deduktif.
  • Menyajikan Fakta, setiap pernyataan, uraian, atau simpulan dalam karya ilmiah harus faktual, yaitu menyajikan fakta.
  • Tidak pleonastis, kata-kata yang digunakan tidak berlebihan alias hemat kata-katanya dan tidak berbelit-belis (langsung kepada sasaran).
  • Bahasa yang digunakan ragam formal, dalam menulis karya ilmiah tidak boleh menggunakan bahasa ragam santai tetapi harus menggunakan bahasa Indonesia ragam formal, yaitu bahasa yang baik dan benar.
Ohiya, ada rekomendasi postingan lainnya lho. Di antaranya; praktek atau praktikpenulisan yth yang benarpenulisan nama dan gelar, dan cara penulisan copyright. Jika dirasa butuh, silakan dilihat dengan open new tab agar Anda bisa membacanya setelah selesai di sini.


Sikap ilmiah

  1. Sikap ingin tahu
    Sikap ingin tahu ini terlihat pada kebiasaan bertanya tentang berbagai hal yang berkaitan dengan bidang kajiannya.
  2. Sikap kritis
    Sikap kritis ini terlihat pada kebiasannya mencari informasi sebanyak mungkin berkaitan dengan bidang kajiannya untuk dibanding-banding kelebihan-kekurangannya, kecocokan-tidaknya, kebenaran-tidaknya, dan sebagainya.
  3. Sikap objektif
    Sikap objektif ini terlihat pada kebiasaan menyatakan apa adanya, tanpa diikuti perasaan pribadi.
  4. Sikap ingin menemukan
    Selalu memberikan saran-saran untuk eksperimen baru. Kebiasaan menggunakan eksperimen-eksperimen dengan cara yang baik dan konstruktif. Selalu memberikan konsultasi yang baru dari pengamatan yang dilakukannya.
  5. Sikap menghargai karya orang lain
    Sikap menghargai karya orang lain ini terlihat pada kebiasaan menyebutkan sumber secara jelas sekiranya pernyataan atau pendapat yang disampaikan memang berasal dari pernyataan atau pendapat orang lain.
  6. Sikan tekun
    Tidak bosa mengadakan penyelidikan, bersedia mengulangi eksperimen yang hasilnya meragukan, tidak akan berhenti melakukan kegiatan-kegiatan apabila belum selesai. Terhadap hal-hal yang ingin diketahuinya ia berusaha bekerja dengan teliti.
  7. Sikan terbuka
    Sikap terbuka ini terlihat pada kebiasaan mau mendengarkan pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan orang lain, walaupun pada akhirnya pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan orang lain tersebut tidak diterima karena tidak sepaham atau tidak sesuai.
Jika Anda ingin tahu bagaimana membuat kalimat yang efektif, silakan cek postingan kalimat efektif dan tidak efektif ini. Dan juga pengertian diksi supaya tidak salah dalam pemilihan kata-kata. Sebagai pelengkap, silakan cek pengertian menulis juga.


Syarat-syarat karya ilmiah

  1. Penulisannya berdasarkan hasil penelitian
  2. Pembahasan masalah objektif sesuai fakta
  3. Tulisan mengandung masalah
  4. Baik dalam penyajian maupun pemecahan
  5. Bahasa yang digunakan harus benar, jelas, ringkas, dan tepat

Melihat persyaratan di atas, seorang penulis karangan ilmiah hendaklah memiliki ketrampilan dan pengetahuan dalam bidang:

  1. Masalah yang diteliti
  2. Metode penelitian
  3. Teknik penulisan karangan ilmiah
  4. Penguasaan bahasa yang baik

Jenis-jenis karya ilmiah

  1. Laporan
    Adalah bentuk karangan yang berisi rekaman kegiatan tentang sesuatu yang sedang dikerjakan, digarap, diteliti, atau diamati, dan mengandung saran-saran untuk dilaksanakan. Laporan ini disampaikan dengan cara sebojektif mungkin.
  2. Makalah
    Adalah karangan yang ditulis oleh siswa/mahasiswa sehubungan dengan tugas dalam bidang studi tertentu. Makalah dapat berupa hasil pembahasan buku atau hasil suatu pengamatan.
  3. Kertas kerja
    Adalah karangan yang berisi prasaran, usulan, atau pendapat yang berkaitan dengan pembahasan suatu pokok persoalan, untuk dibacakan dalam rapat kerja, seminar, simposium, dan sebagainya.
  4. Skripsi
    Adalah karangan yang diajukan untuk mencapai gelar sarjana atau sarjana muda. Skripsi ditulis berdasarkan studi pustaka atau penelitian bacaan, penyelidikan, observasi, atau penelitian lapangan sebagai prasyarat akademis yang harus ditempuh, dipertahankan dan dipertanggungjawabkan oleh penyusun dalam sidang ujian.
  5. Tesis
    Adalah karangan yang mempunyai tingkat pembahasan lebih dalam dari skripsi.
  6. Disertasi
    Adalah karangan yang diajukan untuk memperoleh gelar doktor.

Tahap-tahap penyusunan karya ilmiah

  1. Tahap persiapan
    a. Pemilihan masalah atau topik
    b. Pembatasan topik/penentuan judul
    c. Pembuatan kerangka karangan (outline)
  2. Tahap pengumpulan data
    a. Pencarian keterangan dari referensi
    b. Pengumpulan keterangan
    c. Pengamatan langsung (observasi) ke objek yang akan diteliti
    d. Melakukan percobaan/pengujian data di lapangan
  3. Tahap pengorganisasian
    a. Pengelompokkan bahan dan data serta penyeleksian sesuai jenis, sifat, dan bentuknya
    b. Pengonsepan sesuai dengan urutan dalam kerangka keterangan
  4. Tahap pemeriksaan/penyuntingan konsep
    Tahap ini dilakukan dengan tujuan untuk:
    a. Melengkapi data
    b. Membuang/mengedit data yang tidak relevan
    c. Mengedit setiap kata-kata untuk menghindari pengulangan dan tumpang tindih
    d. Mengedit setiap bahasa untuk menghindari kalimat tidak efektif
  5. Tahap penyajian
    Teknik penyajian karya ilmiah harus dengan memperhatikan:
    a. Segi kerapian dan kebersihan
    b. Tata letak (layout) unsur-unsur dalam format karya ilmiah, misal pada halaman pembuka, halaman judul, daftar isi, daftar grafik, daftar gambar, daftar pustaka, dll.
    c. Memakai standar yang berlaku dalam penulisan karya ilmiah, misal standar penulisan kutipan, catatan kaki, daftar pustaka, dan penggunaan bahasa sesuai dengan EYD.

Sebelum mengakhiri pembahasan kali ini, masih ada beberapa rekomendasi postingan yang sayang jika Anda lewatkan begitu saja. Berikut di antaranya; pengertian bahasapengertian membaca, dan pengertian berbicara.

Jadi itulah pembahasan mengenai pengertian karya ilmiah, syarat-syarat karya ilmiah, dan ciri-ciri karya ilmiah. Semoga bisa menjawab pertanyaan Anda sekaligus menambah pengetahuan kebahasaan Anda.

Posting Komentar untuk "Pengertian Karya Ilmiah, Tujuan, Ciri-Ciri, dan Syaratnya"