Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Rute Pantai Sawarna Naik Motor dari Jakarta

Kami akan ceritakan rute perjalanan kami menuju Pantai Sawarna dari Jakarta. Ada satu belokan yang harus sangat Anda perhatikan. Belokan dimanakah itu? Simak cerita perjalanan naik motor AneIqbal dan teman berikut sampai selesai.


Persiapan perjalanan naik motor menuju Pantai Sawarna

Kita kesana menggunakan motor. Jadi motor harus dalam kondisi prima. Tapi yang paling utama adalah kondisi kita, ya harus sehat wal 'afiyat karena akan menempuh jarak kurang lebih 180 km.

Kita bertolak dari Jakarta Timur, tepatnya daerah Pangkalan Jati. Beberapa hari sebelum berangkat kita googling referensi homestay di daerah sana, karena gak mungkin one day trip.

Ya mungkin saja tapi badan juga punya hak untuk istirahat. Jadi, perlengkapan menginap seperti baju ganti dan tools mandi harus dibawa. Setelah semua siap, cuss berangkat!

rute pantai sawarna naik motor


Berangkat! Jalan-Jalan Naik Motor menuju Pantai Sawarna

Kita melalui jalan Raya Bogor hingga sampai Kota Bogor. Dari Kota Bogor kita ambil arah ke Sukabumi melalui jalan Raya Sukaraja - Sukabumi.

Lurus terus ikuti jalan melewati PT Pocari Sweat hingga sampai Cibadak. Kondisi di jalan ini -bisa dibilang sangat banyak- yang rusak, jadi harus hati-hati.

Ditambah truk dan bus juga banyak yang melewati jalan ini. Setelah itu kita belok kanan melalui jalan Pamuruyan - Leuweung Datar. Patokannya yaitu plang Arus Liar. Di jalan ini kekuatan motor akan diuji! ciaat.

Jalan ini merupakan jalan di pegunungan namun banyak juga rumah warga di sepanjang jalan ini. Di sepanjang jalan ini terdapat kebun kelapa sawit yang luasnya bukan main -gak tau siapa yang punya- dan kebun karet.

Ohiya ada juga jurang di sebelah kiri jalan. Enaknya di jalan ini adalah banyak pohon-pohon dan jarang kendaraan lewat. Jadi ya bisa merasakan udara yang fresh.

Nah itu tadi kondisi di sekitar jalan ini. Terus, kondisi jalanannya sendiri?

Jalanannya banyak yang tidak rata. Ada lubang, ada juga tambalan aspal yang beda ketinggian. Bukan jalan besar namun dilewati dua arah kendaraan.

Pulangnya juga melalui jalan ini. Selain jalannya yang tidak rata, jalan ini juga banyak naik turunnya. Tanjakan dengan belokan, turunan dengan belokan, tanjakan lalu turunan, dan banyak kombinasi lain ditemui disini.

Tapi tenang, masih ada jalannya yang halus. Iya memang halus di tanjakan turunan ini, tapi ekstrim tjoy! Dan kalo sedang hujan, jalannya licin. Nih lihat gambarnya.

gambar jalan jalan naik motor

gambar jalan jalan naik motor

gambar jalan jalan naik motor

gambar jalan jalan naik motor

gambar jalan jalan naik motor

gambar jalan jalan naik motor

gambar jalan jalan naik motor

rute pantai sawarna naik motor

Setelah melalui jalur pegunungan ini, jalur yang jauh dari hiruk-pikuk kota, jalur yang "jangan sampe ban bocor atau motor mogok", kita mulai masuk ke daerah yang ramai penduduk.

Ya, kita memasuki Palabuhan Ratu. Sayang, ane gak punya dokumentasi di daerah ini. Kita menyusuri jalan di sepanjang pinggir pantai.

Tjakep tjoy! Melihat ombak bergulung-gulung, diterpa angin sepoi-sepoi, melewati Pantai Karanghawu, dan -skip- jadi pengen tinggal disini. Setelah melalui jalan ini, kita masuk lagi ke jalur pegunungan. Ganbatte kudasai motor-san!

rute pantai sawarna naik motor

Memasuki jalur pegunungan, banyak ditemui rumah-rumah penduduk di sepanjang jalan. Disini jalannya halus. Tanjakan, turunan, dan belokan juga menghiasi jalan ini.

Ya bisa dibilang, uji kekuatan motor part dua. Tapi dari sini, kita bisa melihat pesona pesisir pantai dari ketinggian. See the picture below.

rute pantai sawarna naik motor

Keren kan? Rasanya fresh melihat ini. Ya Allah, betapa indahnya ciptaan-Mu ini. Kita mulai menjauh dari pesisir pantai dan jalan terus menanjak.

Terus ikuti jalan hingga sampai di persimpangan, belok kanan atau kiri. Dua-duanya bisa menuju ke tempat tujuan.

pantai pasir putih sawarna

rute pantai sawarna naik motor

Sayangnya, ane dan kawan-kawan memilih belok ke kanan karena kita gak melihat adanya plang hijau tersebut dan kita tetap mengikuti arahan dari Google Maps. Akhirnya, jalan yang kita tempuh lebih jauh dari jalan jika belok kiri. Kondisi jalannya pun, masyaa Allah, luar biasa menantang!

Naik turun gunung, gak rata, melalui tanah kuning yang penuh lubang dan batuan, dan dihiasi dengan lalu lalang truk-truk besar.

Ya di ujung jalan ini sebelum pesisir pantai ada sebuah pabrik -yang katanya pabrik semen- berbentuk setengah bola dengan atap berwarna merah.

foto jalan jalan naik motor

foto jalan jalan naik motor

Ane cuma punya dua gambar ini di jalan ini. Sayang, pabriknya gak ane foto juga. Pohon di jalan ini pun jarang banget, ditambah debu-debu yang beterbangan kesana kemari.

Berbeda dengan jalan jika kita belok kiri di persimpangan tadi. Tapi ya itu jadi pengalaman tersendiri buat kami, yang akan selalu terkenang didalam memori. Ciaat!

Ane ceritakan gimana kondisi jalan satunya, kita sebut jalan belok kiri. Di jalan ini kita melalui rumah-rumah penduduk kemudian memasuki hutan dengan jalan yang -bisa dibilang banyak- berlubang.

Jalanannya penuh tanjakan dan turunan disertai dengan kelokan-kelokan yang sesuatu. Jalan ini dilalui dua arah kendaraan, jadi harus hati-hati.

Total durasi perjalanan jika memilih belok kanan kurang lebih delapan jam, jika memilih belok kiri kurang lebih tujuh jam.

Setelah itu, tibalah kita di depan gapura kawasan wisata Pantai Pasir Putih Sawarna. Lagi-lagi ane gak punya fotonya, hiks!

foto jalan jalan naik motor

Ane sudah bercerita panjang lebar dari sebelum berangkat hingga sampai tempat tujuan. Seperti yang ane bilang di cerita sebelumnya, disini ane jabarkan biayanya, homestay-nya, dan foto-foto pantainya.

Sebenarnya kalo googling gambarnya juga ada sih, cuma kan lebih berasa sesuatu kalo hasil jepretan sendiri.


Biaya yang dikeluarkan ke Pantai Pasir Putih Sawarna

Okay, pertama kita hitung bensin dulu. Bensin kurang lebih Rp 100.000 untuk perjalanan berangkat dan pulang. Motor yang dipakai adalah motor honda jenis matic.

Selanjutnya, bekal untuk di perjalanan. Air botol ukuran satu setengah liter dua buah dan dua bungkus biskuit, totalnya kira-kira Rp 30.000.

Kemudian tiket masuk ke pantainya sebesar Rp 5.000. Terakhir, biaya homestay untuk sehari semalam sebesar Rp 125.000.

Jadi total biaya yang dikeluarkan adalah Rp 260.000. Ane sarankan bawa uang lebih, untuk berjaga-jaga.


Homestay atau penginapan di kawasan pantai

Di akhir cerita sebelumnya, ane menampilkan foto jembatan. Tiket dibeli sebelum jembatan itu. Setelah jembatan, banyak rumah-rumah warga yang sebagiannya dijadikan tempat menginap pengunjung atau biasa disebut dengan homestay.

Homestay yang kami pilih yaitu WIDI HOMESTAY. Sebelum berangkat, pemiliknya ditelpon terlebih dahulu untuk booking.

Biaya yang dikeluarkan yaitu sebesar Rp 125.000/hari/orang dengan tiga kali makan. Bayarnya dibelakang, saat mau pamit pulang.

Makan pertama menunya yaitu -ini yang ane inget- nasi putih, telur pedas, tri kacang pedas, sayur, dan kerupuk. Makan kedua menunya yaitu ikan bakar, mantep tjoy! ditambah sayur dan ah ane lupa apalagi.

Yang jelas, ikan bakarnya banyak banget, tujuh orang pun masih tersisa. Ikannya sendiri ane gak tau pastinya, katanya sih ikan tuna, ikannya besar.

Makan terakhir, pas di waktu sarapan. Menunya yaitu nasi goreng, telur mata sapi, dan kerupuk. Tersedia banyak air putih dan disediakan juga teh, kopi, dan gulanya beserta air panasnya.

Ruangannya pun luas, sekitar 4x6 m ber-AC. Ada dua tempat tidur besar yang satu tempat tidurnya bisa menampung dua orang dan dua kasur besar yang satu kasurnya bisa menampung dua orang juga.

Aman deh, gak ada yang tidur dilantai. Ada satu kamar mandi didalam ruangan. Terdapat juga televisi kabel. Didepan ruangan dekat pintu ada juga dispenser air. Sayang, ane gak punya foto homestay-nya.


Foto-foto Pantai Pasir Putih Sawarna

Okay, sampai di sesi terakhir. Ane persembahkan foto-foto hasil jepretan ane, sayangnya gak banyak. Sekalian ane pamit undur diri ya. Nantikan cerita ane Jalan-Jalan selanjutnya.

pantai pasir putih sawarna

pantai pasir putih sawarna

pantai pasir putih sawarna

Jadi seperti itulah rute Pantai Sawarna naik motor dari Jakarta. Rasanya cukup melelahkan sehingga disarankan untuk berboncengan saja (1 motor 2 orang). Walaupun melelahkan, tetapi semua akan terbayar ketika sudah asyik bermain di bibir pantai.

Ohiya, simak juga perjalan kami ke pantai tetangga, yakni pantai legon pari sawarna. Juga ke curug seribu bogor jawa barat dan wisata benteng van der wijck. Lihat juga gedung pencakar langit tertinggi di dunia ini jika Anda ingin tahu.

Di samping itu, kami juga sempat mengabadikan beberapa tempat wisata, di antaranya; sunset di pantai kuta, gedung arsip nasional, dan foto kebun raya bogor. Semoga cerita rute perjalanan kami bisa menambah referensi Anda.