Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian, Unsur, Syarat, Tahap, Jenis, dan Manfaat Menulis

Pengertian, Unsur-Unsur, Syarat-Syarat, Tahap-Tahap, Jenis-Jenis, dan Manfaat Menulis

Beberapa pengertian menulis

Menulis adalah menuangkan gagasan, pendapat, perasaan, keinginan, dan kemauan, serta informasi ke dalam tulisan dan kemudian "mengirimkannya" kepada orang lain (Syafi'ie, 1998:45).

Menulis merupakan suatu cara untuk mengetahui dan menemukan apa yang diketahui oleh seseorang yang terekam dalam pikirannya (Cox, 1993:309).

Menulis merupakan suatu aktivitas komunikasi yang menggunakan bahasa sebagai medianya. Wujudnya berupa tulisan yang terdiri atas rangkaian huruf yang bermakna dengan semua kelengkapannya, seperti ejaan dan tanda baca.

Menulis juga merupakan suatu proses penyampaian gagasan, pesan, sikap, dan pendapat kepada pembaca dengan simbol-simbol atau lambang bahasa yang dapat dilihat dan disepakati bersama oleh penulis dan pembaca.

Unsur-unsur komunikasi tertulis

Dalam menulis, ada empat unsur yang terlibat, yaitu:
1. Penulis sebagai penyampai pesan
2. Pesan atau isi tulisan
3. Saluran atau medium tulisan
4. Pembaca sebagai penerima pesan

Syarat-syarat penulis yang baik

Syafi'ie (1988:45) mengemukakan bahwa syarat-syarat penulis yang baik adalah sebagai berikut:
1. Mampu untuk menemukan masalah yang akan ditulis
2. Peka terhadap kondisi pembaca
3. Mampu menyusun rencana penulisan
4. Mampu menggunakan bahasa
5. Mampu memulai tulisan
6. Mampu memeriksa tulisan


Tahap-tahap dalam menulis

Menulis sebagai suatu proses terdiri atas beberapa tahapan. Tompkins (1994) dan Ellis dkk. (1989) menguraikan lima tahapan menulis, yaitu: pramenulis, pengedrafan, perbaikan, penyuntingan, dan publikasi.

1. Tahap pramenulis

Pada tahap ini, seseorang menentukan apa yang akan ditulis, tujuan menulis, dan kerangka tulisan, serta bahan-bahan tulisannya.

2. Tahap pengedrafan

Pada tahap ini, seseorang menuangkan gagasan, pikiran, dan perasaannya dalam bentuk draf kasar.

3. Tahap perbaikan

Pada tahap ini, seseorang merevisi draf yang telah ia susun. Ia juga dapat meminta bantuan orang lain untuk membantu dan mempertimbangkan gagasannya.

4. Tahap penyuntingan

Pada tahap ini, seseorang memperbaiki aspek mekanik (ejaan, tanda baca, pilihan kata, dan struktur kalimat) yang tidak sesuai dengan kaidah penulisan.

5. Tahap publikasi

Pada tahap ini, seseorang mempublikasikan tulisannya ke orang lain untuk berbagi informasi dan mendapat masukan sehingga tulisan menjadi sempurna.

Jenis-jenis menulis

Narasi

yakni karangan/tulisan ekspositoris maupun imajinatif yang secara spesifik menyampaikan informasi tertentu berupa perbuatan/tindakan yang terjadi dalam suatu rangkaian waktu.

Deskripsi

yakni karangan/tulisan yang secara spesifik menyampaikan informasi tentang situasi dan kondisi suatu lingkungan (kebendaan atau kemanusiaan) secara objektfi, apa adanya, dan terperinci.

Eksposisi

yakni karangan/tulisan yang secara spesifik menyampaikan informasi tentang suatu hal (faktual maupun konseptual) dengan tujuan untuk menjelaskan, menerangkan, dan menguraikan.

Argumentasi

yakni karangan/tulisan yang secara spesifik menyampaikan informasi tentang suatu hal (faktual maupun konseptual) dengan tujuan untuk mempengaruhi, memperjelas, dan meyakinkan.

Persuasi

yakni karangan/tulisan yang secara spesifik menyampaikan informasi tentang suatu hal (faktual maupun konseptual) dengan tujuan untuk mempengaruhi, meyakinkan, dan mengajak.

Manfaat menulis

1. Mengasah kecerdasan
2. Mengembangkan daya inisiatif dan kreativitas
3. Menumbuhkan keberanian
4. Mendorong kemauan dan kemampuan mengumpulkan informasi