Pengertian Kalimat Efektif dan Syarat-Syaratnya

Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan pembicara/penulis secara singkat, jelas, dan tepat serta dapat diterima maksud dan tujuannya sehingga mudah dipahami oleh pendengar/pembaca secara tepat pula.

pengertian kalimat efektif

Jelas berarti mudah dipahami oleh pendengar atau pembaca. Singkat berarti hemat dalam pemakaian atau pemilihan kata-kata. Tepat berarti sesuai dengan kaidah bahasa yang berlaku.

Perlu dipahami pula bahwa situasi terjadinya komunikasi juga sangat berpengaruh. Kalimat yang dipandang cukup efektif dalam pergaulan, belum tentu dipandang efektif jika dipakai dalam situasi resmi, demikian pula sebaliknya.

Misalnya kalimat yang diucapkan kepada tukang becak, "Berapa, bang, ke pasar Rebo?" Kalimat tersebut jelas lebih efektif daripada kalimat lengkap, "Berapa saya harus membayar, bang, bila saya menumpang becak Abang ke pasar Rebo?"

Untuk membuat kalimat yang efektif, ada beberapa syarat yang perlu kita perhatikan.

Syarat Kalimat Efektif

1. Kesepadanan Struktur
Berasal dari keseimbangan antara gagasan dan struktur bahasa.

Caranya yaitu:
a. Tidak menempatkan kata depan di awal subjek

pengertian kalimat efektif

b. Menghindari subjek ganda (2 subjek dalam kalimat tunggal)

pengertian kalimat efektif

c. Tidak menjadikan anak kalimat sebagai kalimat tunggal

pengertian kalimat efektif

d. Tidak menempatkan kata yang di depan predikat

pengertian kalimat efektif

2. Keparalelan Bentuk
Rincian dalam kalimat efektif disusun dalam bentuk yang paralel.

Contohnya:
- Langkah yang diperlukan adalah menyediakan lapangan kerja dan pemberian kursus singkat. (salah)
- Langkah yang diperlukan adalah menyediakan lapangan kerja dan memberikan kursus singkat. (betul)
- Cara penanggulangan yang diperlukan adalah penyediaan lapangan kerja  dan pemberian kursus singkat. (betul)

3. Ketegasan Makna
Suatu perlakuan untuk menonjolkan ide kalimat.

Caranya yaitu:
a. Meletakan kata yang ditonjolkannya di awal kalimat
Contohnya:
- Bekerja sama memerlukan keterbukaan hati untuk menghargai orang lain.
- Keterbukaan hati diperlukan untuk bekerja sama.
- Hasil kerja sama jauh lebih sempurna dibandingkan dengan hasil perseorangan.
- Kesempurnaan lebih mudah dicapai lewat kerja sama daripada hanya lewat upaya perseorangan.

b. Membuat urutan kata secara bertahap
- Kemarin, hari ini, esok, dan hari-hari selanjutnya diharapkan Anda tetap memilih produk kami.
- Tua atau muda, besar ataupun kecil, kesemuanya dapat memanfaatkan produk ini.

c. Melakukan pengulangan kata
- Kami selalu mengutamakan mutu, kami selalu mengutamakan kepuasan Anda.
- Kepercayaan Anda adalah tujuan kami, kepercayaan Anda adalah kebanggaan kami.

d. Melakukan pertentangan terhadap ide yang ditonjolkan
- Bukah hanya perubahan besar yang kami layani, pembeli perorangan pun tetap kami layani dengan kesungguhan hati.
- Kami tidak mejual janji, tetapi kami memberikan bukti.

e. Mempergunakan partikel penekan (penegasan)
- Andalah yang kami pilih sebagai mitra kami.
- Dari semua produk yang bereda di pasaran, produk kamilah yang dipilih oleh tujuh puluh persen responden.

Baca juga ya..

4. Kehematan Kata
Hemat di dalam mempergunakan kata, frasa, atau bentuk lain yang dianggap tidak perlu. Penghematan dilakukan terhadap kata yang memang tidak diperlukan, sejauh tidak menyalahi kaidah tata bahasa.

Caranya yaitu:
a. Menghilangkan subjek yang berulang
- Para peserta tampil penuh semangat karena mereka ingin memenangkan lomba.
- Para peserta tampil penuh semangat karena ingin memenangkan lomba.

Kalimat dihemat dengan menghilangkan subjek mereka yang merupakan kata pengganti dari subjek para peserta.

b. Menghilangkan salah satu dari dua kata yang berdampingan karena maknanya sudah tercakup.
- batu kerikil >> kerikil (makna batu sudah tercakup dalam kata kerikil)
- besi baja >> baja (makna baja sudah tercakup dalam kata baja)
- bara panas >> bara (makna panas sudah tercakup dalam kata bara)

c, Menghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat
- naik ke atas >> naik atau ke atas (ke atas bermakna sama dengan kata naik)
- hanya saja >> hanya atau saja (hanya bermakna sama dengan kata saja)
- tinggi semampai >> tinggi atau semampai (tinggi bermakna sama dengan semampai)

d. Tidak menjamakkan kata-kata yang bermakna jamak
Contoh kata yang bermaka jamak:
- Tetamu
- Masyarakat
- Hadirin
- Warga

Contoh kata yang menjamakkan kata yang didampinginya:
- Para
- Warga

5. Kecermatan Penalaran
Kalimat idak menimbulkan tafsiran ganda dan tepat dalam pemilihan kata.

Kalimat bermakna ganda:
Mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu mendapat beasiswa.

Diperjelas menjadi:
- Mahasiswa yang terkenal itu mendapat beasiswa
- Mahasiswa dari perguruan tinggi yang terkenal itu mendapat beasiswa.

6. Kepaduan Gagasan
Informasi yang disampaikan tidak terpecah-pecah. Memiliki subyek, preikat, serta unsur-unsru lain (O/K) yang saling mendukung serta membentuk kesatuan tunggal.

a. Mencerminkan cara berpikir yang sistematis dan tidak bertele-tele.
Contoh kalimat yang kurang sistematis dan bertele-tele:
Sebelum menulis sebuah tulisan ilmiah kita perlu membuat garis besar tulisan agar dapat menjadi pedoman. Sebelum itu, perlu pula didahului dengan kajian pustaka ataupun kajian lapangan. Tahap berikutnya tuangkan gagasan dalam bentuk tulisan apa adanya tanpa terpaku pada aturan yang baku.

b. Tidak menyisipkan kata tentang atau daripada di antara predikat kata kerja dan objek penderita.
- membicarakan tentang
- membahas daripada

7. Kelogisan Bahasa
Ide kalimat dapat diterima oleh akal dan penulisannya sesuai dengan ejaan.

Contoh kalimat yang tidak logis:
- Sambil menunggu kabar lebih lanjut, kami mengucapkan terima kasih
- Berhubung satu dan lain hal, acara ini terpaksa ditunda

Perbaikan:
- Kami menunggu kabar lebih lanjut. Terima kasih atas perhatian yang Saudara berikan.
- Karena jumlah peserta tidak memenuhi persyaratan minimal, acara ini terpaksa kami tunda.



0 Komentar untuk "Pengertian Kalimat Efektif dan Syarat-Syaratnya"