Kenali Istilah Gadget Entry-level, Mainstream, High-end, dan Flagship agar Ente Tak Salah Membeli

Ente pernah mendengar atau membaca istilah entry-level, mainstream, high-end, atau flagship? Istilah-istilah tersebut biasa ditemukan pada situs-situs yang mengulas tentang smartphone atau gadget. Apakah maksudnya dan adakah perbedaannya?

Keempat istilah di atas, entry-level, mainstream, high-end, dan flagship, merupakan tingkatan segmentasi pasar dari suatu gadget.

Tujuannya adalah untuk memudahkan pemasaran gadget sesuai dengan target pasarnya. Bagi konsumen, segmentasi pasar ini dapat dimanfaatkan untuk menentukan seperti apa gadget yang dibutuhkan agar tak salah membeli.

Entry-level, untuk target pasar dengan bujet terbatas

gadget entry-level

Segmentasi pasar entry-level ditujukan untuk target pasar yang memiliki bujet terbatas. Produk-produk gadget entry-level ini menjadi idaman bagi para pengguna hp biasa (hp untuk SMS dan telepon saja) yang ingin berhijrah menggunakan smartphone.

Harganya yang miring membuat mereka tertarik ingin memiliki dan mencoba hp yang lebih pintar dari yang mereka punya sebelumnya. Itulah sebabnya beberapa produsen sengaja menyiapkan gadget  entry-level.

Bukan hanya pengguna awam saja yang tertarik dengan gadget entry-level, pengguna yang sudah mengenal dan biasa menggunakan gadget pun juga tertarik.

Mereka sengaja memilih gadget entry-level hanya untuk chattingbrowsing, membuka sosial media, mendengarkan musik, dan memutar video. 

Spesifikasi gadget pada segementasi ini tergolong minim, sesuai dengan harganya yang murah. Namun, bukan berarti gadget entry-level tidak bisa untuk bermain game. Beberapa game masih dapat dimainkan di gadget entry-level. Entry-level ini kadang kala disebut juga dengan low-end.

Gadget entry-level biasanya menggunakan prosesor dual-core hingga quad-core dengan kapasitas RAM 512 MB - 1 GB. Memori internalnya tergolong mini, yakni 8 GB. Ukuran layarnya kurang dari 5 inci. Harga gadget entry-level berada dikisaran Rp 1 juta ke bawah.

Mainstream atau mid-range, favoritnya para penggemar gadget

gadget mid-range

Naik setingkat dari entry-level, ada segmentasi mainstream atau mid-range. Segmentasi mid-range ini ditujukan untuk orang-orang yang sudah kenal sekali dengan gadget.

Kebutuhan mereka akan gadget lebih tinggi daripada pengguna gadget entry-level. Dari segi harga, gadget mid-range tentu lebih mahal dari entry-level. 

Pengguna gadget mid-range sangat aktif dengan gadgetnya, sebab mereka selalu ingin tahu dengan teknologi terkini.

Bahkan, mereka bergonta-ganti gadget dengan menjual lalu membeli gadget baru. Beragam aplikasi, game, sosial media, mereka pasang pada gadget mereka. Memang, spesifikasi gadget mid-range ini lebih bagus dari entry-level jadi tak masalah dan tidak membuat gadget lemot.

Memutar video berkualitas HD pun tak jadi masalah, video dapat diputar dengan lancar. Game ringan hingga menengah juga dapat dimainkan dengan mulus.

Selain itu, kamera yang disisipi pada gadget mid-range juga cukup mumpuni. Cocok untuk dijadikan tools berselfie.

Gadget entry-level umumnya diotaki prosesor quad-core hingga octa-core dengan kapasitas RAM
 1 - 2 GB. Ukuran layarnya 5 - 5,5 inci. Kameranya pun cukup mumpuni, yakni memiliki resolusi 8 - 13 MP plus fitur autofocus. Harganya berada dikisaran Rp 1 - 3 juta.

Baca juga ya:
Ini Dia Penampakan Asli Rumah Limas yang Ada di Uang Kertas Rp 10 Ribuan
Aneh, Ikan Ini Memiliki Gigi Mirip Gigi Manusia
4 Tempat Wisata Indonesia Ini Jadi Incaran Para Traveller

High-end, untuk target pasar yang ingin setia pada gadgetnya

gadget high-end

Setelah middle-level, ada segmentasi high-end. Segmentasi ini menyasar para pengguna yang tidak ingin bergonta-ganti gadget, dengan kata lain, setia dengan gadgetnya.

Sebab, spesifikasi gadget pada segmentasi ini tinggi sehingga dapat mengakomodir kebutuhan dalam jangka waktu yang cukup lama hingga bertahun-tahun.

Umumnya, prosesor yang digunakan pada gadget high-end yakni hexa-core hingga octa-core. Dibekali juga dengan kapasitas RAM 2 sampai 4 GB yang semakin memperlancar proses pengoperasian.

Dari segi layar, dipasang ukuran 4,7 ini ke atas dengan resolusi full HD. Kualitas kameranya pun hampir mendekati atau bahkan setara dengan kualitas kamera digital. Harga untuk gadget high-end ini berkisar antara Rp 3 - 5 juta.

Flagship, jagoan para produsen gadget

gadget flag ship

Sampai di segmentasi tertinggi, flagship, ditujukan bagi ente yang ingin memiliki gadget yang istimewa dan terasa spesial saat memiliki dan menggunakannya.

Karena, gadget flagship merupakan produk jagoan produsen gadget. Dapat dikatakan gadget flagship inilah yang dijadikan sebagai jati diri atau identitas dari sebuah brand.

Sebagai contoh, Apple iPhone 7 dan 7 plus, Samsung Galaxy S6 dan S6 Edge, dan masih banyak lagi dari produsen lainnya. 

Sesuai dengan julukannya sebagai jagoan produsen gadget, semua yang terbaik ada pada gadget flagship ini.

Mulai dari spesifikasinya yang tinggi, bahan materialnya yang berkualitas, dan segudang fitur lain juga dihadirkan, misalnya seperti water resistant dan dust resistant.

Gadget flagship biasanya diotaki dengan prosesor octa-core dengan kapasitas RAM 3 - 4 GB. Memiliki layar ukuran 5 inci ke atas dengan resolusi full HD. Dibekali pula kamera beresolusi tinggi, 13 MP bahkan lebih.

Harga gadget flagship ini berada dikisaran Rp 5 juta, dan bahkan hingga Rp 10 juta ke atas. 

source: droidlime.com



Tag : TipsTrick
0 Komentar untuk "Kenali Istilah Gadget Entry-level, Mainstream, High-end, dan Flagship agar Ente Tak Salah Membeli"