Materi Kuliah Pengantar Manajemen dan Bisnis: Definisi Usaha Kecil Menengah (UKM)

Usaha Kecil Menengah (UKM) adalah jenis usaha yang paling banyak jumlahnya di Indonesia, tetapi sampai saat ini batasan mengenai usaha kecil di Indonesia masih beragam. Pengertian kecil didalam usaha kecil bersifat relatif, sehingga perlu ada batasannya, yang dapat menimbulkan definisi-definisi usaha kecil dari beberapa segi.

Menurut (M.Tohar,2009:2) definisi usaha kecil dari berbagai segi tersebut adalah sebagai berikut :
  • Berdasarkan Total Asset
    Berdasarkan total asset, pengusaha kecil adalah pengusaha yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000,00 ( dua ratus juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat membuka usaha. 
  • Berdasarkan Total Penjualan Bersih Per Tahun Berdasarkan hal ini pengusaha kecil adalah pengusaha yang memiliki hasil total penjualan bersih per tahun paling banyak Rp 1.000.000.000 ( satu miliar rupiah).
  • Berdasarkan Status Kepemilikan Dari segi ini, didefinisikan bahwa pengusaha kecil adalah usaha berbentuk perseorangan, bisa berbadan hukum atau tidak berbadan hukum yang didalamnya termasuk koperasi.


Berdasarkan UU No. 1 tahun 1995, usaha kecil dan menengah memiliki kriteria sebagai berikut:
  • Kekayaan bersih paling banyak dua ratus juta rupiah tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. 
  • Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp 1 miliar. 
  • Milik Warga Negara Indonesia (WNI) 
  • Berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki atau dikuasai usaha besar. 
  • Bentuk usaha orang per orang, badan usaha berbadan hukum/tidak, termasuk koperasi. 
  • Untuk sektor industri, memiliki total aset maksimal Rp 5 miliar. 
  • Untuk sektor non industri, memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 600 juta (tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha), atau memiliki hasil penjualan tahunan maksimal Rp 3 miliar pada usaha yang dibiayai. 

Menurut BPS pada seminar di Kementerian Negara Koperasi dan UKM Tahun 2009, landasan hukum penyusunan variabel UMKM 2006-2008 adalah UU No. 20 tahun 2008 tentang UMKM meliputi:
  • Usaha Mikro
    Memiliki kekayaan paling banyak Rp. 50.000.000,- atau hasil penjualan tahunan paling banyak Rp 300.000.000,- 
  • Usaha Kecil
    Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp. 50.000.000,- sampai dengan Rp 500.000.000,- atau hasil penjualan tahunan lebih dari Rp. 300.000.000,- sampai Rp.2.500.000.000,- 
  • Usaha Menengah
    Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp.500.000.000,- sampai dengan Rp 10.000.000,- atau hasil penjualan lebih dari Rp 2.500.000.000,- sampai dengan Rp 50.000.000.000,-



Tag : PMB
0 Komentar untuk "Materi Kuliah Pengantar Manajemen dan Bisnis: Definisi Usaha Kecil Menengah (UKM)"