Karakteristik Bahasa Indonesia

Karakteristik-Bahasa-Indonesia

Secara umum bahasa Indonesia mempunyai lima karakteristik, yaitu:

Arbiter
Hubungan antara lambang dengan yang dilambangkan tidak bersifat wajib, bisa berubah dan tidak dapat dijelaskan mengapa lambang tersebut mengonsepi makna tertentu.


Produktif
Dengan sejumlah besar unsur yang terbatas, namun dapat dibuat satuan-satuan ujaran yang hampir tidak terbatas.

Dinamis
Bahasa tidak lepas dari berbagai kemungkinan perubahan yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Perubahan itu dapat terjadi pada tataran apa saja, misalnya: fonologis, morfologis, sintaksis, semantik dan leksikon.

Pada setiap waktu mungkin saja terdapat kosakata lama yang tenggelam, tidak digunakan lagi.

Beragam
Meskipun bahasa mempunyai kaidah atau pola tertentu yang sama, namun karena bahasa itu digunakan oleh penutur yang heterogen yang mempunyai latar belakang dan kebiasaan yang berbeda, maka bahasa itu menjadi beragam.

Baik dalam tataran fonologis, morfologis, sintaksis, maupun pada tataran leksikon.

Manusiawi
Bahasa sebagai alat komunikasi verbal, hanya dimiliki manusia. Hewan tidak mempunyai bahasa. Yang dimiliki hewan sebagai alat komunikasi, berupa bunyi atau gerak isyarat, tidak bersifat produktif dan dinamis.

Manusia dalam menguasai bahasa bukanlah secara instingtif atau naluriah melainkan dengan cara belajar. Hewan tidak mampu untuk mempelajari bahasa manusia.

Oleh karena itu, dikatakan bahwa bahasa itu bersifat manusiawi.

Karakteristik pembelajaran bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib diajarkan dalam setiap jenjang pendidikan di Indonesia, mulai dari jenjang pendidikan dasar sampai perguruan tinggi.

Salah satu alasannya, kemampuan berbahasa (Indonesia) merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh setiap peserta didik untuk mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi.

Mengingat sebagian besar iptek itu "terdokumentasi" dalam bentuk referensi yang bermedia bahasa Indonesia.

Dengan memahami karakteristik pembelajaran bahasa Indonesia, seorang guru paling tidak, akan mampu memilih bahan materi yang tepat.

Guru juga dapat memilih metode dan strategi yang membuat proses pembelajaran menjadi lebih hidup dan menyenangkan, dan sebagainya.


Karakteristik bahasa Indonesia ilmiah

Bahasa Indonesia ragam ilmiah merupakan salah satu bahasa Indonesia yang digunakan dalam menulis karya ilmiah. Sebagai bahasa yang digunakan untuk memaparkan fakta, konsep, prinsip, teori, atau gabungan dari keempatnya.

Bahasa Indonesia diharapkan menjadi media efektif untuk komunikasi ilmiah, baik secara tertulis maupun lisan.

Karakteristik bahasa Indonesia ilmiah mempunyai syarat: (1) lugas dan jelas, (2) objektif, (3) cendekia, (4) ringkas dan padat, (5) konsisten, (6) gagasan sebagai pangkal tolak.

Mari kita bahas satu persatu.

Lugas dan jelas
Lugas diartiakn mengandung makna apa adanya, gagasannya jelas, tidak berbelit-belit, mudah dipahami, tidak diungkapkan dalam bentuk kiasan, dan tidak berbunga-bunga. Jelas berarti gamlang, tegas, dan tidak meragukan.

Objektif
Kalimat bahasa Indonesia ilmiah dikatakan objektif bila mengungkapkan sesuatu dalam keadaan sebenarnya. Artinya, tidak dipengaruhi oleh emosi pemakainya.
Ciri objektif bermakna bahwa bahasa Indonesia ilmiah tidak boleh bersifat subjektif.

Cendekia
Bahasa Indonesia ilmiah bersifat cendekia, maksudnya bahasa itu mampu digunakan untuk mengungkapkan hasil berpikir logis secara tepat.

Kalimat-kalimatnya mencerminkan ketelitian yang objektif sehingga suku-suku kalimatnya sejalan dengan proposisi logika. 

Kecendekiaan juga tampak pada ketepatan dan kesaksamaan penggunaan kata.

Ringkas dan padat
Bahasa keilmuan berciri ringkas dan padat, artinya pemakaian unsur bahasa di dalamnya hemat. Unsur-unsur yang tidak diperlukan karena tidak fungsional dalam mengungkap gagasan dibuang.

Jika penggunaan unsur bahasa sudah ringkas, kandungan gagasan yang diungkapkan menjadi padat. Dengan demikian, ciri padat berkenaan dengan kepadaan gagasan yang terungkap.

Konsisten
Bahasa Indonesia ilmiah berciri konsisten, artinya bersifat ajeg, taat asas, selaras, dan tidak berubah-ubah. Unsur-unsur bahasa serupa pembentukan kata dan tata tulis (penggunaan ejaan dan tanda-tanda baca) digunakan sesuai kaidah yang berlaku konsisten.

Gagasan sebagai pangkal tolak
Gagasan menjadi pangkal tolak bahasa Indonesia keilmuan. Oleh sebab itu, kalimat-kalimat bahasa keilmuan berorientasi pada kalimat pasif, bukan kalimat aktif.


0 Komentar untuk "Karakteristik Bahasa Indonesia"